"Untuk melaksanakan Tugas yang besar dan penting perlu dua hal : rencana dan waktu yang hampir tidak mencukupi"
Perencanaan didefinisikan sebagai tindakan atau proses penetapan sasaran, kebijakan dan prosedur untuk suatu unit kerja.
Sayangnya, orang tidak terlalu banyak membicarakan atau berpikir tentang perencanaan, sementara ketrampilan membuat rencana pada umumnya hanya disebut-sebut apabila ternyata ketrampilan seseorang buruk atau tidak memadai. Akan tetapi, kurangnya perencanaan seringkali menyebabkan kegagalan suatu proyek oleh karena "terjadinya perubahan-perubahan yang tidak diantisipasi".
Kita mungkin mengingat-ingat betapa perencanaan yang buruk telah membuat kita terjepit dan terjerumus kedalam kemacetan yang tidak kita inginkan. "Batasan-batasan waktu yang tidak masuk akal menyebabkan kita sress padahal tidak menyenangkan bagi pelanggan apabila kita melewati batasan-batasan itu". Atau, rencana yang tidak lengkap dapat menghalangi kita untuk mencapai saran dengan baik.
"Kurangnya rencana untuk menghadapi hal-hal yang tidak terduga atau rencana cadangan membuat kita pontang-panting ketika renana kita yang pertama menemui kegagalan"
Keterampilan perencanaan yang baik mungkin tidak menjadi topik pembicaraan yang hangat disaat istirahat, meskipun barangkali sebaiknya sebaliknya. Ketrampilan membuat rencana adalah ketrampilan bertahan hidup bagi mereka yang sibuk karena keterampilan seperti ini diperlukan untuk membawa suatu proyek ke akhir yang diinginkan. Keterampilan menyusun rencana membuat kita mampu memetakan jalannya suatu proyek, mengarahkannya ke penyelesaian yang sempurna dan memusatkan visi serta sasaran kita seperti sebuah sinar laser. Dengan rencana yang baik, kita dapat memprioritaskan tugas, meminimalkan pemborosan dan memanfaatkan peluang yang muncul tiba-tiba.
Keterampilan perencanaan membutuhkan penaksiran logis dari suatu proyek dan masalah. Logika memberitahu kita memandang sesuatu dari besar ke kecil. Saat merencanakan suatu proyek, kita harus memperhatikan sasaran umum, percabangannya yang meluas serta sumber-sumber yang kita perlukan. Sesudah kita menentukan gambaran umumnya, analisis yang lebih rinci menyusul dengan sendirinya. Perencana yang baik tidak akan melupakan baik "gambaran umum" maupun detil-detilnya. Perencanaan yang baik akan membantu kita Melaksanakan Lebih Banyak dengan Sumber Lebih sedikit.
Rencana merupakan fondasi bagi bagaimana kita melakukan pendekatan untuk pekerjaan kita. Fondasi ini bisa kuat ataupun lemah. Fondasi yang kuat adalah bata bangunan menuju ke keberhasilan, sementara fondasi yang lemah menjadi penghalang untuk mencapai sukses.
Sumber : Buku 'Powerful Planning Skill' By Peter Capezio

Tidak ada komentar:
Posting Komentar