Makassar (ANTARA) - Malaysia dan Brunei Darussalam menjadi negara tujuan yang mendominasi minat calon tenaga kerja Indonesia dalam bursa kerja luar negeri TKI formal di Makassar, 8-9 Agustus 2011.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan Saggaf Saleh di Makassar, Rabu, mengatakan, anjungan dua perusahaan pelaksana penempatan dan perlindungan TKI swasta (P3TKIS) asal Jawa Timur yang mencari TKI untuk perusahaan elektronik di Selangor,
Malaysia, dan perusahaan perminyakan di Brunei Darussalam dikunjungi banyak pencari kerja.
Malaysia, dan perusahaan perminyakan di Brunei Darussalam dikunjungi banyak pencari kerja.
"Kedua perusahaan tersebut mencari calon tenaga kerja mulai dari lulusan SMA hingga sarjana," katanya.
Ia memperkirakan, jumlah calon tenaga kerja yang mendaftarkan diri dalam acara yang diikuti oleh puluhan P3TKIS tersebut mecapai 2.000 orang. "Secara umum penyelenggaraan bursa kerja tersebut sukses, terlihat banyak yang berminat menjadi TKI formal," katanya.
Kegiatan yang digelar oleh Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan penempatan TKI formal asal Sulsel hingga 20 ribu orang hingga akhir 2011 sesuai target pemerintah provinsi.
Penyelenggaraan bursa kerja pada 2010 mampu menyerap 10 ribu calon pencari kerja dari target 15 ribu orang.
"Program lainnya yang dilaksanakan untuk mencapai target tersebut adalah pembinaan terhadap TKI ilegal menjadi TKI legal agar perlindungannya terjamin, ada asuransi, gajinya bisa terjamin dan jam kerja bisa diatur. Kalau ilegal bisa dimainkan oleh orang di sana. Selain itu, berhenti melakukan pengiriman TKI pembantu rumah tangga," jelasnya.
Dalam penyelenggaraan bursa kerja luar negeri TKI formal tersebut, Pemprov Sulsel juga menandatangani kesepakatan kerja sama dengan Himpunan Pengusaha Perlindungan dan Penempatan TKI sehingga pelaksanaan penempatan dan perlindungan tenaga kerja dapat terus dikoordinasikan.
Terkait penerapan sistem komputerisasi tenaga kerja luar negeri (Siskotlin) yang disepakati bersama BNP2TKI, ia mengatakan, seluruh kabupaten dan kota se-Sulsel akan menerima peralatan pendukung sistem dari BNP2TKI secara bertahap, dilanjutkan dengan pelatihan untuk mempersiapkan sumber daya manusianya.
Sumber : bnp2tki & yahoo
“Kita tetap mengirim untuk TKI yang perawat dan mekanik,” Kata Menakertrans Muhaimin Iskandar di kantor Presiden, Jakarta, Kamis (23/6/2011)
Dia menjelaskan, moratorium akan efektif berlaku mulai tanggal 1 Agustus 2011. Artinya tidak ada lagi pengiriman TKI ke Arab Saudi untuk sector non formal sejak saat itu.
“Jadi tidak ada penarikan TKI non formal dari Arab Saudi,” sambung Muhaimin.
Namun terhadap TKI yang telah habis masa kontraknya, mereka akan di wajibkan kembali segera ke Indonesia. Sedangkan terhadap para TKI yang kontrak kerjanya di perpanjang oleh majikan, akan ada perlakuan khusus sejalan dengan prinsip perlindungan bagi TKI.
“Kita akan pastikan lagi bahwa mereka punya hubungan kerja yang baikk. Sebenarnya TKI kita yang sukses di Arab Saudi sangat banyak, sekitar 95 persen. Maka banyak yang mau berangkat lagi,” ujar Muhaimin.
Sumber: detiknews.com
@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@
RI Tetap Kirim Perawat Dan Mekanik Ke Arab Saudi
Kebijakan moratorium (Penundaan sementara) pengiriman TKI ke Arab Saudi, hanya untuk sector domestic. Sementara TKI sektor formal, sama sekali tidak ada penghentian pengiriman.“Kita tetap mengirim untuk TKI yang perawat dan mekanik,” Kata Menakertrans Muhaimin Iskandar di kantor Presiden, Jakarta, Kamis (23/6/2011)
Dia menjelaskan, moratorium akan efektif berlaku mulai tanggal 1 Agustus 2011. Artinya tidak ada lagi pengiriman TKI ke Arab Saudi untuk sector non formal sejak saat itu.
“Jadi tidak ada penarikan TKI non formal dari Arab Saudi,” sambung Muhaimin.
Namun terhadap TKI yang telah habis masa kontraknya, mereka akan di wajibkan kembali segera ke Indonesia. Sedangkan terhadap para TKI yang kontrak kerjanya di perpanjang oleh majikan, akan ada perlakuan khusus sejalan dengan prinsip perlindungan bagi TKI.
“Kita akan pastikan lagi bahwa mereka punya hubungan kerja yang baikk. Sebenarnya TKI kita yang sukses di Arab Saudi sangat banyak, sekitar 95 persen. Maka banyak yang mau berangkat lagi,” ujar Muhaimin.
Sumber: detiknews.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar